[ Rabu, 29 April 2009 ] Penyelundupan Narkoba Lewat Bandara Juanda Tarik Perhatian Internasional

SURABAYA - Gagalnya dua penyelundupan narkoba dalam jumlah besar melalui Bandara Juanda mulai mendapatkan perhatian dua lembaga internasional. Kabar terbaru, Drug Enforcement Administration (DEA, lembaga penanggulangan narkoba AS) dan kepolisian negara Australia ikut berkoordinasi mencari jaringan pengedar narkoba tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos menyebutkan, DEA maupun kepolisian negara Australia sudah meminta detail data kasus dua penyelundupan yang digagalkan di Bandara Juanda itu. Mulai data pengirim, jenis narkoba, hingga nama-nama orang yang terkait dengan dua tersangka tersebut.

Keterlibatan DEA maupun kepolisian negara Australia itu tidak lepas dari penyelidikan mereka terhadap semua jaringan narkoba internasional yang saat ini masih aktif beroperasi. "Malah dari kepolisian Australia sempat menduga bahwa penyelundup asal Thailand yang ditangkap di Bandara Juanda adalah sisa-sisa jaringan sindikat Bali Nine yang masih tersisa," kata sumber Jawa Pos.

Bali Nine adalah sembilan orang jaringan narkoba asal Australia yang kini sedang menjalani vonis atas kasus 8,2 kg heroin di Bali pada 2005. Meski berlabel Australia, anggota mereka juga berasal dari Asia Timur maupun Asia Tenggara. "Kepolisian Australia menjajaki kemungkinan adanya kaitan Bali Nine dengan jaringan pelaku penyelundupan di Surabaya. Sedangkan, DEA menjajaki kemungkinan adanya hubungan dengan jaringan di Amerika Latin," kata sumber tersebut.

Seperti diberitakan, dua upaya penyelundupan narkoba dalam jumlah besar digagalkan di Bandara Juanda. Pertama, gabungan aparat bea cukai dan pengamanan Bandara Juanda menggagalkan penyelundupan 2,671 kilogram heroin oleh wanita asal Thailand bernama Chanraem Suwanson, 27, pada Kamis (23/4). Nilai barang haram itu ditaksir mencapai Rp 5,342 miliar. Penangkapan kedua dilakukan terhadap Gui Qing Lin yang kedapatan membawa 8.790 butir ekstasi dan 155,4 gram ketamin Jumat (24/4).

Hingga kemarin, penyidikan yang dilakukan Polda Jatim masih datar-datar saja. Direktorat reserse narkoba (ditreskoba) kembali menginterogasi Chanraem Suwanson. Dalam pemeriksaan itu, Chanraem akhirnya mengaku kenal wanita bernama Puki (wanita yang memberikan dia tas berisi heroin). "Setelah kita tanya berkali-kali, akhirnya dia mengaku bahwa Puki adalah salah satu jaringan narkoba di Thailand. Dia biasa bekerja sama dengan bandar kulit hitam yang kerap ada di sana," ujar Kasat II Ditreskoba Polda Jatim AKBP Sudirman.

Lantas, bagaimana keterlibatan DEA dan kepolisian Australia dalam kasus itu? Sudirman enggan berkomentar panjang. "Memang kami berkoordinasi. Tapi, kelanjutannya terserah mereka," kata Sudirman.

Polda Jatim juga sudah berkoordinasi dengan Interpol Mabes Polri terkait dengan pengembangan penyelidikan kasus tersebut. "Nanti interpol yang akan berkoordinasi dengan kepolisian Thailand. Soal teknisnya, kami serahkan sepenuhnya pada mereka," jelasnya.

Di bagian lain, hasil tes kesehatan yang dikeluarkan RS Bhayangkara memastikan bahwa Chanraem positif mengidap HIV. Meski demikian, rumah sakit masih akan mengecek ulang. "Kita tunggu pemeriksaan lanjutan. Yang jelas, sejak pertama ditahan, dia sudah disel khusus," kata Sudirman. (ris/fat)
subscribe

Subscribe

Monitor continues to update the latest from This blog directly in your email!

oketrik

0 comments to [ Rabu, 29 April 2009 ] Penyelundupan Narkoba Lewat Bandara Juanda Tarik Perhatian Internasional :