Yamaha Mio Ngorok?

Eit.., Ngorok bukan berarti Si Mio mendengkur. Kebetulan aja Ir. Hari Widagdo MSC., mengalami sedikit masalah pada Yamaha Mio 2004 miliknya. “Di jeroan rumah CVT kerap terdengar suara ngorok. Padahal sudah sering servis,” ungkap Staf Dirjen Hortikultura, Dep. Pertanian di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 
 Pun dialami Bambang Priambodo, warga Jl. Keramat, Beji Tanah Baru, Depok. Mio Hitam milik bapak 2 anak ini bukan cuma ngorok. Tapi juga muncul entakan spontan saat mesin bergasing di rpm 3.000-an. “Akan lebih terasa jika bawa boncenger,” timpal mat kodak majalah Auto Bild Indonesia yang masih adiknya Em-Plus.
Herannya, walau sudah dibawa ke bengkel resmi Yamaha guna pengecekan belt, puly primer-skunder hingga girboks tetap saja timbul. Mereka sampai enggan konsultasi lantaran penyakitnya belum juga terobati.
 Melihat gejala ini, bagian servis PT YMKI (Yamaha Motor Kencana Indonesia) tak tinggal diam. Tentu tidak malah mengusir Mio. Hus..hus.., wah itu mah ngusir kucing. Si Mio malah disuruh pergi ke bagian klaim untuk lakukan cross cek. 
 “Biangnya laher as puli sekunder di tutup girboks dan poros roda belakang bermasalah. Sehingga putaran kedua poros tidak balance yang menyebabkan gesekan antar gir saat berputar,” ujar M. Abidin, manager technical warranty, PT YMKI.
 Analisa M. Abidin, penyebabnya bisa jadi salah prosedur maintenance. Jadi, bukan cacat produksi atau pemakaian kasar. Bisa dideteksi lewat pemakaian oli girboks nggak sesuai spek pabrik. Katanya girboks pernah dibongkar. Juga terlihat prosedur pemasangan salah dan pernah alami kekurangan oli. 
 M. Abidin memastikan bah sebelum dilempar ke pasar, Mio sudah diuji lewat pemakaian jalan halus hingga x-treme. Jadi nggak perlu takut selama perawatan berjalan sesuai prosedur.
 Hentakan spontan atau jader juga diakibatkan salah prosedur perawatan. Tampak gemuk berceceran di dalam mangkuk rumah kopling sentrifugal yang keluar dari laher poros kopling. “Alhasil, sepatu kampas kopling sentrifugal tak menapak sempurna ketika mencapai putaran ideal. Komponen pemindah daya ini juga munculkan hentakan hingga ke roda belakang,” beber pria yang berkantor di Jl. Raya Bekasi, KM 23, Pulogadung.
 Dia juga menambahkan, mestinya gemuk yang dipakai mekanik saat melakukan servis besar harus multigrade seperti disediakan pabrik. Artinya, cream pelumas ini nggak mudah mencair juga mengeras agar tidak menggangu kerja komponen CVT. 
 Paling penting, Yamaha Mio mesti diperlakukan spesial. Maksudnya ruang praktik bengkel sampai komponen di dalam CVT harus bersih dan dijauhkan dari debu, oli dan air. Ooo... 

   
subscribe

Subscribe

Monitor continues to update the latest from This blog directly in your email!

oketrik

0 comments to Yamaha Mio Ngorok? :